Imigrasi Singapura


Januari lalu, tahun ini, tahun 2015 akhirnya target saya tercapai; solo traveling di tempat yg terasing, yang tidak saya kenal sebelum menikah!! Uhuy. Jadi skrg sudah bisa menikah dengan tenang!! Hahaha skrg sudah bebas cari calon istrii.. Mudah2an dapat yg hobi traveling jg. Amiin. Kok malah..??

Next..
Skip.

JAdi, terpilihlah negara singapura, konon katanya, singapura itu adalah negara yg paling aman untuk traveling, ber solo solo ria.  Bahkan untuk solo traveler wanita. Berhubung saya pria, maka lebih aman jg.

Nah, ini cerita saat saya masuk ke singapura dari batam pakai kapal feri, sindo feri. Cuma 280rb pp. Di kepala saya memang sudah tertanam mindset kalo singapura adalah negara denda, dikit2 denda. Kalo menghukum selalu hukuman yg bikin kapok. Ngeriiii.

Keluar dari kapal, masuk ke imigrasi. Petugas imigrasinya keliatan bengis, sangar dan tanpa senyum. Ibarat buku, kover depan sudah horor gitu. Dengan bahasa inggris pas-pasan, maju selangkah demi selangkah. Rame sekali waktu itu.

image
Di pelabuhan harbourfront. Gini nihh

Saya perhatikan, yg jawab2 gugup langsung ditahan, dibawa ke kantor untuk diperiksa lebih dalam. Terbayang seperti di film jason bourne. Mungkin di dalam dipukuli atau apa. BAgaimana tidak, mereka tidak terlihat ramah. Semua serba prosedural.

Penumpang yg duduk sebelah saya di kapal salah satunya itu dibawa ke kantor, mungkin karna dia org filipina dan tidak fasih bahasa inggris, ada jg penumpang anggota tour dari vietnam jg dipanggil. Ketua regu tidak bisa berbuat apa2 hanya bisa menunggu.

LAh saya, sendirian, modal googling doang, tanpa ikut paket wisata, tanpa ikut teman atau apa. “You, number 4” seorang petugas menyuruh saya ke loket nomor 4 saat saya sudah di antrian terdepan. (Seingat saya sih loket 4 atau 5 ya, anggap saja 4 gitulah)

Dokumen yg diberikan waktu dibatam untung sudah saya isi, ntah apa jadinya kalo ngga diberitahu penumpang lain.

Berapa lama di singapura?
Akan tinggal dimana selama di singapura?
Nomor telpon tempat tinggal di singapura?
Dalam 3 bulan terakhir adakah pergi ke afrika atau daerah konflik?

image
Jangan lupa isi ini sebelum sampai di Imigrasi. Bisa diseret ke kantor kalo belum isi.

Untuk pertanyaan ya dan tidak, usahakan jawabannya tidak, sementara 3 pertanyaan pertama wajib diisi, googling sajalah alamat tempat rencana nginap di sana.

Memang benar kata org, singapura ini disebut amerika kecil. Karna ketat sekali di sana. Salah satu penumpang yg sekapal dgn saya memotret keadaan imigrasi, langsung seorang petugas teriak2 dan berlari kearahnya, marah2 dan menunjuk-nunjuk papan larangan memoto. Ciutt nyali saya. Padahal cuma foto doangg.

Petugas imigrasi mereka yg di pelabuhan harbourfont bisa bahasa inggris dan melayu. Jadi aman lah untuk yg blepotan bahasanya.

Tanpa tanya ini itu, ibu2 petugas imigrasi loket 4 itu warga keturunan india, dia juga tidak pakai senyum, walaupun sudah saya sapa “hai” dan saya kasih senyum semanis mungkin. Tetap diam dan buka passport dan dokumen masuk saya. Dan dibaca2 lalu discan dan distempel. Disetujui. HAhaha. ALhamdulillah.. Mulusss..

Saya dipersilahkan step selanjutnya, i said thank you dan kulempar lagi senyuman manis dan hangat, sehangat teh. Tetap datar mukanya. YA sudah lah.

Dengan disetujui masuknya saya, saya bebas jalan2 dinegara itu selama 30hari. YAp sumringah! Tapii masih ada step berikutnya. Pemeriksaan barang.

NAh yg ini orgnya kali ini tinggi, hitam,  dan tatapannya tajam. Bergidiklah melihatnya. Untung bawaan saya bawaan yg tidak terlarang. Lolos lagi.

Ah… akhirnya sudah resmi masuk.

NAh bagaimana dengan keluarnya?

Minggu saya masuk, selasa saya keluar.
Selasa juga sama. Ah tidak ada ramah2nya. BErbeda dgn org2 indo yg suka saling sapa. Tanya ini itu dll. Serba diam, apa itu memang SOP?

Pokoknya hari itu saya gelisah, ingin bisa langsung keluar Singapura dan langsung masuk Indonesia. Yg saya pikirkan, gimana kalo pasport hilang, atau ada kejadian jelek, dan pasport ditahan. Ya ngga bisa pulang lah. Minta bantu kedutaan? Ah ntah lah. Sebelumnya saya sempat main ke kedutaan sya lihat disana justru pekerjanya dibagian depan bukan org Indonesia. Org Singapura dan sama dgn di imigrasi. Tidak ramah.

Org2 yg ramah justru rakyat2 Singapura. NAntilah saya critain di artikel lain tentang Singapura.

Di pemeriksaan imigrasi begitu hendak keluar dari sana, untungnya aman tidak ada kendala. Meskipun degdegan. Sampai duduk di kapal. Wuiihh. Senangnya.

Sampai di batam, pelabuhan batam centre, ternyata kok sama ya petugasnya diam semua. Datar mukanya. APa memang itu SOP org2 imigrasi?

Ahh.. ntahlah. Coba kalo malaysia gimana ya? KApan2 lah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s