Cahaya Surga Jogja , Gak Worth It Ahh!!


Ini cerita waktu saya jalan2 ke jateng dan jogja di tahun 2014. Ceritanya nganter kedua org tua sambang famili. Beruntung loh punya keluarga besar yg tersebar di penjuru nusantara. Kebetulan saudara kandung saya tinggal di bantul, jogja. Sip.

Memang sejak awal dari Jambi, saya memang berniat ke Jogja untuk melihat saudara saya dan juga melihat goa jomblang, goa itu populer sekali. Saya tau goa itu waktu melihat wawancara pak Cahyo Alkantana di kick Andy, dia org yg menemukan dan memperkenalkan bahwa ada sesuatu yg begitu bagus untuk wisatawan. Cahaya Surga.

image
Keren kan!??? Kerenn!!! Bagus kan!?? Bagus..!!!

Setelah melihat tayangan itu, saya benar2 terobsesi. Harusss!!!!

Maka tatkala begitu sampai jogja, wuihh pagi harinya langsung pinjam motor, sendirian dari bantul ke wonosari. Lumayan jauhh 3 jam lebih loh. Busett.

Cuma modal koordinat bujur dan lintang yg saya dapat dari googling, S8°1’43.2″ E110°38’18.1″ input di google maps android. Langsung get direction.

image
Makasih gmaps, apalah jadinya aku tanpamu. Seperti bintang yg kehilangan langit.

Langsung pasang earphone, dengerin mbak2 google teriak2 “Kiri!!! “Kanan!!” “Putar arah!” sambil naek motor. Ya lahhh ga mungkin kan hape saya pegangin terus. Masuk kantong lahh.

Berangkat jam 6 sampai di lokasi jam 8.30 Buset.. ga nyangka jauh bener. Ngelewati tanjakan wonosari tau sendirilah kalian yg pernah lewat sana. Bagaimana sulitnya nyalip.

Awalnya saya kira nyasar, apa saya salah input koordinat, kok tidak ada tanda2 tempat wisata. Bentuknya itu masuk lorong tidak beraspal, jalanan bebatuan ntah berapa kilometer panjangnya, kiri kanan hutan. Bingung mau tanya siapa. Sepi waktu itu. Untungnya ada petani yg sedang jalan kaki saya tanya, ternyata benar itu memang arahnya. Ya sudah, selanjutnya saya percayakan kata2 gps menuntun.

Ternyata, memang dibuat seperti itu, tanpa tanda, alasannya, biar natural. Busett..  Di dalam, tempat peristirahatan, resort milik pak Cahyo, saya ketemu pesepeda dari Jakarta. Jauh2 bapak pensiunan bea cukai itu gowes, ke sana, dan ingin melihat itu cahaya surga. Ga terbayang gimana ngegenjot pendakian di Wonosari..

image
Ini bibir luweng, atau lubang besar, pintu masuk ke goa. Diameternya mungkin sekitar 50an meter.

Lubang besar ini mirip jurang berbentuk lingkaran besar. Besaaaarrr sekali. Ukuran mungkin 50an meter atau lebih. Nahh dari sinu turun dengan tali di kedalaman 60 meter. Bayangpun sodara-sodara!!

image
Nihhh
image
Tinggi kan??

Setelah pasang semua perlengkapan, helm dan pengaman, seluruh tamu yg datang mulai bergiliran turun. Dengan tali dan dibantu tenaga manusia. Dari sekian banyak tamu, ada kru transtv ikut datang dan meliput. Jadi kalo taun 2014 lalu ga sengaja ngeliat tampang saya di layar kaca transtv, berarti mata anda normal sodara!!!

Turunnya enak, ser… ser… pelan pelan tali di ulur. Sensasi bergantung di ketinggian 60 meter itu gimana ya saranyaa rasanya.. Kalo tali putus, jatuh trus mati. Ahh.. tapi ga begitu takut kok. Karna tali diulur konstan. Jadi berasa kayak lift gitu. Sampai lah di dasar luweng, ketemulah pintu goa.. jreng…

image
Ini saya ambil gambar dari dalam goa. Sudah posisi di dalam.

Nahh.. pintu goa besar ini, kebayang kan, ukurannya, bandingin saja dgn ukuran org. Trus turunannya licin lagi.

Masuk kedalam, geeeelaaap sekali. Seperti kalian kalo masuk wc jam 12 malam trus lampunya mati. Susuri tali yg sudah dipatok patok sama tim nya pak cahyo. Baru kemudian lampu penerang remang2 berbahan batre dinyalakan.

Jalan pelan2 sepanjanh mungkin 500 meter hingga sampailah…

image
Masyaallahh!!! Sampai jg!!

Jadi, diujung goa, ada sungai, di atasnya merupakan pintu goa juga, tapi tidak bisa dari sini masuknya, nah sinar matahari jam 12-13 itulah yg menerobos masuk melewati daun2an yg menutupi luweng di sisi lain. Jadilah seperti ini. Keren kan…??? Kerenn!!

image
Foto berlawanan arah dengan datangnya sinar, maka jadilah siluet tubuh saya.

Nahh… bagaimana?? Mupeng ngga kalian???
Trus di judul kenapa ngga worth it? Iyaa, menurut saya, dengan biaya masuk 450rb, cuma mau ngejar cahaya ini dan melihat batu endapan berumur mungkin ratusan tahun mungkin. Tuh foto yg terang, yg saya pijak itu batunya.

Dibanding wisata cavetubing yg hanya 70rb di kalisuci yg dekat dgn lokasi, ya mending pilih kalisuci lah, lebih asik.

Oh iya, terakhir, ketika kami ditarik ke atas lagi, bergantung dengan tali menuju ketinggian 60 meter, mungkin yg narik itu kan capek, setiap sesi penarikan itu 2 org, ditarik dgn tenaga warga sekitar sebanyak kurang lebih 10org. Mungkin karna capek, di ketinggian 50 (padahal dikiiiitt lagi) kami tidak ditarik.. bergantung bebas selama beberapa menit. Ya Allahh… saya berdua dgn tamu dari jakarta sudah was was. Was was kalo jatuh  bayangin saja,, lah waktu di bungy jumping saja cuma 42 meter bikin keder, lah ini 50 meter. Keringat dingin.. kemudian barulah ditarik lagi ke atas. Ternyata memang, mereka capek istirahat waktu itu. Wehhh wehh wehh.

Di atas juga sudah disiapin nasi kotak. Alhamdulillahh…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s